JELAJAHI LEBIH BANYAK ILMU PENGETAHUAN MENARIK DI DALAM BLOG INI, BILA INGIN MENYAMPAIKAN SARAN DAN KRITIK BISA COMENT LANGSUNG DI BLOG INI (TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA) BERBAGI ILMU: TEKNOLOGI PASCA PANEN TANAMAN CENGKEH

TEKNOLOGI PASCA PANEN TANAMAN CENGKEH

Sebagaimana telah diketahui secara umum Indonesia adalah pemakai cengkeh utama di seluruh dunia. Sebagian besar cengkeh di Indonesia digunakan sebagai bumbu, rokok kretek, yang pada mulanya sebagai rokok klobot. Adapula digunakan sebagai bumbu-bumbuan lain. Namun demikian, tidak begitu banyak bila dibandingkan dengan pemakaian bumbu rokok kretek. Merokok merupakan kebiasaan bagi orang Indonesia, terutama orang jawa.
Cengkeh merupakan salah satu tanaman perkebunan yang penting bila dibandingkan dengan tanaman perkebunan lain. Produksi cengkeh yang telah dewasa setaraf dengan karet, kelapa sawit, dan kopi. Tetapi tanaman cengkeh yang telah lanjut usia produksinya jauh meningkat, jadi lebih menguntungkan.
Harga cengkeh sangat menarik bagi petani , maka tidak mengherankan tanaman ini berkembang dengan pesat.
Cengkeh mula-mula merupakan salah satu komoditas pertanian yang tinggi nilai ekonominya. Mula-mula komoditas tersebut hanya digunakan sebagai obat-obatan tradisional dan upacara keagamaan teutama di India dan Tiongkok. Pada abad VII, pemanfatan cengkeh mulai beraneka ragam mulai dari rempah-rempah berkembang sebagai bahan campuran dalam pembuatan rokok kretek dan makan sirih. Pada saat ini cengkeh digunakan di bidang industri sebagai bahan pembuatan rokok kretek dan di bidang farmasi sebagai bahan pembuatan minyak asiri.
Berhubungan dengan banyaknya penggunanan cengkeh di Indonesia maka, sangat diperlukan penanganan penyimpanan agar cengkeh dapat bertahan lama.

B. Pola Produksi
Tanaman cengkeh di Indonesia mempunyai pola produksi yang khas, yaitu mempunyai jumlah produksi yang berfluktuasi menurut siklus tertentu. Pada tahun- tahun tertentu tanaman akan menghasilkan produksi yang banyak, sedangkan produksi pada tahun- tahun yang lainnya menurun sampai 10-40 %. Pola produksi tanaman cengkeh dapat digolongkan pada siklus dua tahun dan siklus 2-4 tahun.
Pola siklus dua tahun biasanya terdapat di daerah yang mendapat pengaruh nyata dari iklim laut. Pada siklus ini, tanaman akan berproduksi tinggi atau sedang pada tahun pertama kemudian pada tahun berikutnya menjadi rendah. Pada tahun berikutnya lagi, jumlah produksi akan kembali seperti tahun pertama.
Siklus 3-4 tahun umumnya terdapat pada daerah yang tidak mendapat pengaruh iklim laut. Siklus produksi tinggi akan tetap terulang setiap 3-4 tahun dengan pola bervariasi. Misal tinggi-sedang, rendah-sedang-tinggi ( 3 tahun ), rendah-sedang-sedang-tinggi ( 4 tahun ).
Panen besar umunya terjadi setelah kemarau panjang. Tetapi jika sesudah panen tidak diikuti pemeliharaan yang intensif maka akan terjadi kegagalan panen pada masa panen berikutnya. Apabila pemeliharaan dilakukan secara intensif dengan pemupukan yang cukup, panen besar akan diikuti oleh produksi sedang.

C. Produksi Tanaman Cengkeh
Pohon cengkeh mulai berbunga sekitar umur enam tahun. Walaupun ada juga tanaman yang kurang dari enam tahun sudah berbunga, tetapi sebaliknya ada pula yang berumur delapan tahun lebih baru pertama kali berbunga. Hal ini sangat bergantung pada banyaknya faktor antara lain :
1. Iklim dan tinggi rendahnya tempat pertanian, dan
2. Jenis serta pemeliharaannya
Faktor iklim sangat berpengaruh yaitu banyaknya hujan menjelang musim berbunga, penyinaran, dan musim kemarau yang terjadi sebelumnya. Hal ini berhubungan pula dengan temperatur; mengenai temperatur berhubungan dengan tinggi rendahnya tempat dari permukaan laut. Semakin rendah semakin cepat berbunga, semakin tinggi semakin lambat berbunga. Keculi untuk tipe zanzibar yang memiliki daya adaptasi yang lebih luas dibandingkan dengan jenis-jenis yang lain.
Tanaman cengkeh berbeda jenisnya akan membawa pengaruh terhadap kecepatan berbunga. Pada umumnya jenis zanzibar lebih cepat berbunga dibandingkan dengan jenis-jenis yang lainnya. Jenis ini pada umur 3,5-4,5 tahun ada yang sudah mulai berbunga, sedangkan jenis-jenis yang lain paling cepat umur 5,5-7,5 tahun.
Umur tanaman yang dimaksud dalam pembibitan satu tahun. Sudah pasti tanaman yang cepat berbunga tersebut tidak dapat dipisahkan dengan adanya pemeliharaan yang sempurna, termasuk pemupukan.
Biasanya bunga cengkeh yang pertama hanya sedikit saja, karena pohonnya belum begitu besar dan cabang-cabang belum dewasa. Pada permulaan hanya 3-5 tandan saja.
Pada awal berbunga tumbuhlah titik-titik kuncup bunga, kemudian berkembang dan membentuk tiga cabang. Kemudian dari ketiga cabang itu tumbuh tiga cabang lagi sehingga sehingga menjadi sembilan. Pembentuk dari tiga cabang tersebut adalah kuncup yang terdapat di tengah-tengah. Di atas cabang bunga yang pertama tumbuh sepasang daun. Hal ini sangat tergantung keadaan dan pertumbuhannya.sehingga di antara sembilan cabang tersebut tumbuh bagian bunga terakhir, masing-masing tiga bunga. Kadang-kadang pucuk yang paling tegeh bagian atas masih tumbuh cabang baru sebagai bunga terakhir.
Maka satu tandan bunga normal, rata-rata terdapat 30 bunga. Pada umumnya pembungaan yang normal baru terjadi 8-10 tahun, dan menjadi maksimal sekitar umur 20 tahun. Bunga dihasilkan tepat sebelum munculnya daun-daun muda, dan pada permulaan pembunggan waktunya cukup lama. Dari titik tumbuh bunga sampai masa petik memakan waktu sekitar 6 bulan.
Cengkeh termasuk tanaman tahunan yang mempunyai sifat musim bunga yang tidak merata lebatnya.kadang-kadang ada tahun dengan dengan masa bunga lebat, sebaliknya ada masa berbunga tidak lebat, dan bahkan ada tanaman yang sama sekali tidak berbunga. Pada awal pembungaan bunga hanya sedikit, tetapi semakin lama semakin sedikit., tetapi semakin lama semakin banyak sesuai sdengan tingkat pertumbuhan pohon. Jadi semakin lama semakin tinggi produksinya.
Tabel umur dan produksi :
Umur 0-5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Produksi 0 0,25 0,5 0,75 1 1,2 1,4 1,6 1,8 2,0 2,1 2,2 2,3 2,4 2,5 3
(Diambil dari Bulletin of Indonesia Economic Studies 1976)

Siklus produksi dari tahun ke tahun selalu menunjukkan angka yang tidak sama atau tetap. Kadang-kadang dialami adanya tahun-tahun dengan produksi tinggi, tahun dengan produksi sedang, dan ada pula tahun dengan produksi rendah. Jadi produksi tahunan itu tidak stabil. Siklus produksi cengkeh ada yang empat tahun. Artinya satu tahun produksi bagus, dua tahun produksi sedang saja, dan satu tahun lagi produksi merosot. Ada pula yang produksinya tiga tahun sekali. Artinya satu tahun produksinya tinggi, satu tahun produksi sedang, dan satu tahun lagi sangat rendah. Ada juga yang dua tahun sekali, berarti satu tahun produksi tinggi da satu tahun lahi produksi rendah.


BAB II
KARAKTERISTIK BAHAN MAKANAN

A. Dareh Asal Cengkeh
Hingga saat ini belum ada kesepakatan di antara para ahli botani mengenai daerah asal tanaman cengkeh secara pasti. Beberapa ahli menyatakan bahwa tanaman ini berasal dari Filifina, Pulau Makian di Maluku Utara, dan ada pula yang berasal dari Irian. Terlepas dari hal itu, yang jelas hingga abad ke-18, kepulauan Maluku merupakan satu-satunya produsen cengkeh terbesar di dunia. Di daerah itu pula tempat ditemukanya cengkeh tertua yang umurnya 350 tahun, tepatnya di pulau Ternate.
Penyebaran tanaman cengkeh keluar dari Pulau Maluku dimulai sejak tahun 1876. Bibit tanaman ini mula-mula diselundupkan oleh seorang kapten dari Perancis ke Rumania, selanjutnya disebarkan di Zanzibar dan Madagaskar. Zanzibar dan Madagaskar menjadi negara penghasil cengkeh utama dunia, cengkeh zanzibar sangat dikenal di Indonesia disamping jenis cengkeh si putih dan si kotok. Masyarakat Sulawesi menyebut cengkih dengan sebutan cengke, di Ambon dengan nama Puala Wane dan orang Bali Age menyebutnya Wunga Lawang. Pendapat lain menyebutkan bahwa bibit tanaman cengkeh diselundupkan keluar Pulau maluku untuk dibididayakan di Malagasi dan Tanzania oleh pedagang Arab ketika VOC memonopoli perdagangan cengkeh di Maluku. Penyebaran di Wilayah Indonesia seperti Jawa, Kalimantan, dan Sumatra baru dimulai pada tahun 1870. Pada saat ini, tanaman cengkeh telah tersebar di seluruh dunia.

B. Morfologi Tanaman Cengkeh
Cengkeh (Eugenia aromatica OK) dan Syziginium aromaticum (L) termasuk dalam famili Myrtaceae. Tanaman ini berbentuk pohon, tingginya dapat mencapai 20-30 m, dan dapat berumur lebih dari 100 tahun.
Tajuk tanaman cengkeh biasanya berbentuk kerucut, piramida, dan piramida ganda, dengan batang utama menjulang ke atas. Cabang-cabangnya amat banyak dan rapat, pertumbuhan agak mendatar dan ukuran relatif kecil jika dibandingkan dengan batang utama. Daunnya kaku, berwarna hijau atau hijau kemerahan, dan berbentuk elip dengan kedua ujungnya runcing. Daun-daun ini biasanya keluar per periode. Dalam satu periode, ujung ranting akan mengeluarkan satu set daun yang terdiri dari lima pasang. masing-masing pasang terdiri atas dua daun yang terletak saling berhadapan.




Ranting dan daun secara keseluruhan akan membentuk tajuk yang sangat indah. Bagian terbawah dari mahkota, tajuknya ada yang menjuntai sampai ke permukaan tanah, walaupun ada pula yang mencapai tinggi 1-1,5 m dari permukaan tanah.
Cengkeh mempunyai empat jenis akar, yaitu akar tunggang, akar lateral, akar serabut, dan akar rambut. Akar tunggang dan akar lateral mempunyai ukuran relatif besar. Bedanya, akar tunggang tumbuh lurus ke bawah dan sedikit bercabang, sedangkan akar lateral tumbuh menyamping dan bercabang, akar serabut berukuran kecil, amat panjang, tumbuh menyamping dan kebawah dengan jumlah yang sangat banyak. Akar serabut ini memiliki banyak akar rambut berukuran sangat kecil yang berfungsi sebagai penyerap air dan unsur hara.


Ujung ranting yang telah menghasilkan bunga, biasanya tidak menghasilkan bunga pada musim berikutnya. Apabila ujung ranting telah berbunga, bisa dipastikan pada musim bunga berikutnya. Tanaman ini hanya bisa menghasilkan sedikit bunga. Pola pembungaan seperti ini menyebabkan adanya siklus panen besar dan panen kecil yang berulang 3-4 tahun sekali
Tanaman cengkeh mulai berbunga pada umur 4,5-8,5 tahun, tergantung dari jenis dan lingkungannya. Bunga ini merupakan bunga tunggal, berukuran kecil (panjang 1-2 cm), dan tersusun dalam satu tandan yang keluar pada ujung-ujung ranting. Setiap tandan terdiri dari 2-3 cabang malai yang bisa bercabang lagi atau langsung mendukung 2-3 tangkai bunga. Jumlah bunga pertandan malai bisa mencapai lebih dari lima belas kuntum.
Bakal bunga biasanya keluar setelah pasangan daun kelima dari satu set daun termuda telah dewasa atau mencapai ukuran normal. Fase ini disebut fase mepet dua. Bakal bunga ini kadang-kadang sudah keluar setelah daun pertama, kedua, atau ketiga tidak lagi membentuk bakal daun, tetapi langsung membentuk bakal bunga. Fase ini disebut fase mepet muda. Bakal bunga dapat dibedakan dari bakal daun. Bakal bunga berwarna hijau, berujung tumpul, dan ruas di bawahnya sedikit membengkak, sedang bakal daun berwarna merah dan berujung lancip.


C. Tipe-Tipe Cengkeh
Di Indonesia banyak sekali ditemukan tipe-tipe cengkeh dan diantara satu dengan yang lainnya sulit dibedakan. Misalnya cengkeh tipe ambon, tipe raja, tipe indari, tipe dokiri, tipe cengkih afo, dan tipe tauro. Perkawinan antara berbagai tipe itu membentuk tipe baru yang sulit digolongkan. Untuk mempermudah pengenalan, cengkeh di Indonesia dapat digolongkan menjadi empat jenis, yaitu si putih, si kotok, zanzibar, dan ambon.

1. Si Putih


Daun berwarna hijau muda (kekuningan) dengan daun relatif besar. Cabang-cabang yang utama mati sehingga percabangan seolah baru dimulai pada ketinggian 1,5-2 m dari permukaan tanah. Cabang dan daun jarang sehingga kelihatan kurang rindang. Mahkota berbentuk bulat atau agak bulat, relatif besar dari si kotok dengan jumlah bunga pertandan kurang dari 15 kuntum. Bunga masak tetap berwarna hijau muda. Atau putih tidak berubah menjadi kemerahan. Tangkai bunganya relatif panjang, mulai berproduksi umur 6,5-8,5 tahun sejak disemaikan. Produksi kualitas bunganya rendah.

2. Si kotok


Daun pada awalnya berwarna hijau muda kekuningan kemudian berubah menjadi hijau tua dengan permukaan atas licin dan mengkilap. Helaian daunnya agak langsing dengan ujung agak membulat cabang yang utama tetap hidup sehingga percabangannya kelihatan rendah sampai permukaan tanah. Ruas daun dan cabang rapat serta rimbun. Mahkota bunga berbentuk piramid atau silindris. Bunganya relaitif kecil dibandingkan dengan si putih, bertangkai panjang, jumlah bunga 20-50 kuntum pertandan. Mulai berbunga pada umur 6,5-8,5 tahun. Bunganya berwarna hijau ketika masih muda dan menjadi kuning saat matang dengan pangkal bertwarna merah. Adaptasi dan produksinya lebih baik daripada si putih, tetapi lebih rendah daripada zanzibar. Cengkeh tipe sikotok ini termasuk tipe cengkeh dengan kualitas sedang.

3. Tipe Zanzibar


Tipe ini merupakan cengkeh terbaik karena mempunyai daya adaptasi yang luas, berproduksi tinggi, berkualitas baik, sehingga sangat dianjurkan untuk dibudidayakan. Daun pada mulanya berwarna merah muda kemudian berubah menjadi hijau tua mengkilap pada permukaan atas dan hijau pucat memudar pada bagian bawah. Pangkal tangkai daun berwarna merah. Bentuk daunnya agak langsing dengan bagian terlebar tepat di tengah. Ruas daun dan percabangannya rapat merimbun. Cabang utama yang pertama hidup, sehingga tajuknya raqpat dengan permukaan tanah. Sudut-sudut cabangnya lancip (kurang dari 45o) sehingga mahkotanya berbentuk kerucut. Tipe ini mulai berbunga pada umur 4,5-6,5 tahun sejak disemaikan. Bunganya agak langsing, bertangkai pendek, ketika muda berwarna hijau dan berubah menjadi kemerahan setelah matang petik. Percabangan bunaga banyak dengan jumlah bisa lebih dari 50 kuntum per tandan.

4. Tipe Ambon


Tipe cengkeh ini tidak dianjurkan untuk ditanam karena produksi dan daya adaptasinya rendah, serta kualitas hasil yang kurang baik.daun muda berwarna hijau muda atau merah muda, lebih muda daripada daun tipe zanzibar. Permukaan atas daun berwarna hijau tua dan kasar,sedangkan bagian bawahnya berwarna hijau keabu-abuan. Daunnya agak lebarkira-kira 2/3 kali panjangnya. Cabang dan daunnya jarang sehingga kurang rimbun. Mahkota agak bulat atau bulat, bagian atas agak tumpul, sedangkan bagian bawahnya agak meruncing. Cabang-cabangnya mati sehingga seolah percabangannya mulai pada ketinggian 1,5-2 m. Tipe ini mulai berbunga pada umur 6,5-8,5 tahunsejak disemaikan. Bunganya gemuk dan bertangkai panjang, berwarna hijau saat muda, dan kuning pada saat matang petik.percabangan bunganya sedukit dengan jumlah bunga kurang dari 15 kuntum pertandan.



Artikel Terkait:

Poskan Komentar