JELAJAHI LEBIH BANYAK ILMU PENGETAHUAN MENARIK DI DALAM BLOG INI, BILA INGIN MENYAMPAIKAN SARAN DAN KRITIK BISA COMENT LANGSUNG DI BLOG INI (TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA) BERBAGI ILMU: Piaget membagi perkembangan kognitif tahap pra operasi

Piaget membagi perkembangan kognitif tahap pra operasi



Tahap pemikiran praoperasi dicirikan dengan adanya fungsi semiotik, yaitu penggunaan simbol atau tanda untuk menyatakan atau menjelaskan suatu objek  yang saat itu tidak berada bersama subjek. Secara jelas, cara berfikir simbolik ini diungkapkan dengan penggunaan bahasa pada masa anak mulai berumur 2 tahun. Tahap ini juga dicirikan dengan pemikiran intuitif pada anak. Dengan adanya penggunaan simbol itu, seorang anak dapat mengungkapkan dan membicarakan sesuatu hal yang sudah terjadi. Ia juga dapat membicarakan macam-macam benda dalam waktu yang bersamaan. Dengan penggunaan bahasa, seorang anak dapat mengungkapkan suatu hal yang tidak sedang dilihat. Ia juga dapat membicarakan sesuatu hal tanpa terikat pada ruang dan waktu di mana hal tersebut terjadi. Dengan perkembangan ini, jelas bahwa intelegensi anak makin berkembang.
            Piaget membagi perkembangan kognitif tahap praoprasi dalam dua bagian:
1)     Umur 2-4 tahun, dicirikan oleh perkembangan pemikiran simbolis,
2)     Umur 4-7 tahun, dicirikan oleh perkembangan pemikiran intuitif.
Pada makalah ini, kami membahas beberapa unsur dari pemikiran simbolis, bahasa, pemikiran intuitif, dan beberapa ciri tahap praoperasi yang lain.

A.    PEMIKIRAN SIMBOLIS ATAU SEMIOTIK ( UMUR 2-4 TAHUN)
Pada umur 2 tahun, seorang anak mulai dapat menggunakan simbolatau tanda untuk mempresentasikan suatu benda yang tidak tampak di hadapannya. Ia dapat menggambarkan suatu benda atau kejadiaan yang sudah lalu. Fungsi semiotik atau penggunaan simbol itu secara jelas tampak dalam 5 gejala berikut:
1)     Imitasi tidak langsung;
2)     Permainan simbolis;
3)     Menggambar;
4)     Gambaran mental;
5)     Bahasa ucapan.
Pemikiran simbolis, yaitu pemikiran dengan menggunakan simbol atau tanda, berkembang sewaktu anak menirukan sesuatu. Keaktifan seorang anak untuk menirukan orang tuanya atau pengasuhnya akan memperlacar pemikiran simbolisnya. Demikian juga kemampuan seorang anak menirukan macam-macam hal yang dialami dalam hidupnya akan membantu pembentukan pengetahuan simbolisnnya.
1.     Imitasi tidak langsung
Pada tahap praoperasi ini, seorang anak sudah mulai bermain tahap meniru, yaitu seorang anak  bermain pasar-pasaran dengan menjual kue-kuean dan semacamnya. Kue dan barang-barang pasar lainya itu merupakan hasil imitasi( tiruan ) sewaktu ikut ibunya membuat kue atau berbelanja di pasar.
2.     Permainan Simbolis
Pada tahap ini, seorang anak sudah mulai dapat bermain mobi-mobilan dari balok-balok kecil. Kemudian memberikan nama-nama pada bagian mobil-mobilan sesuai dengan yang sesungguhnya. Dan seorang anak putri sudah mulai bermain dengan bonekanya, seakan boneka itu anak atau adiknya. Sifat permainan ini adalah imitatif, yaitu mencoba meniru objek atau kejadian yang telah dialaminya.
Dalam permainan simbolis, lebih sering seorang anak berbicara sendirian atau berbicara dengan mainanya. Menurut piaget, tindakan itu merupakan suatu bentuk ekspresi diri dengan dirinya sendiri sebagai pendengar. Ia tidak mempunyai keinginan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Ia hanya berkomunikasi dengan dirinya sendiri. Dalam permainan ini, anak membentuk simbol-simbol dan penemuan-penemuan yang menggambarkan suatu yang diinginkan. (Wadsworth, 1989)
3.     Menggambar
Pada tahap ini anak mulai suka menggambar dengan menggunakan alat tulis. Di sekeliling kita sering kita dapati seorang anak muali mencoret-coret dinding dengan menggunakan aramg atau alat tulis lainnya. Dikalangan keluarga terdidik, seorang sudang mulai mengikuti kakaknya menggambar atau mencoret-coret di atas kertas. Pada awalnya seorang anak tidak tampak bahwa ia hendak menggambar sesuatu, tetapi lama-kelamaan seorang anak mulai agak jelas apa yang digambarnya. Sehinnga orang lain dapat mulai mengerti apa yang digambarnya.
Menggambar pada tahap praoperasi merupakan jembatan antara permainan simbolis dengan gambaran mental. Unsur permainan simbolisnya terletak pada segi “keasenangan” pada diri anak yang sedang menggambar. Unsur gambaran mentalnya terletak pada usaha anak untuk mulai meniru sesuatu yang real.
4.     Gambaran Mental
Gambaran mental adalah penggambaran secara pikiran suatu objek atau pengalaman yang lampau. Piaget membedakan dua kategori gambaran mental: gambaran reproduktif dan gambaran antisipatoris. Gambaran reproduktif adalah gambaran terbatas untuik menunjukkan pemandangan atau objek yang telah diketahui sebelumnya. Gambaran antisipatoris adalah gambaran yang menunjukkan gerakan, perubahan, atau transformasi, meskipun belum pernah dilihatnya.
        Percobaan matalon menunjukkkan pada tahap ini, kebanyakan anak memmpunyai gambaran tiruan yang lebih kecil daripada gambar asli. Mereka lebih berpikir secara ordinal dan tiadak  metrikal, lebih melihat pada titik asal dan akhirdan tidak memmperhatikan intervalnya. Hal ini memperkuat penilaian bahwa anak belum mempunyai gambaran kinetik dan transformasi yang lebih lengkap. Gmabaran anak masih statis dan tidak kontinu.
5.     Bahasa Ucapan
Tahap praoperasi yang paling penting adalah bahwa anak mulai menggunakan bahasa ucapan. Anak menggunakan suara sebagai representasi benda atau kejadian. Mula-mula, anak menggunakan satu kata sebagai satu kalimat, tetapi dengan cepat ia akan mengembangkan kemampuan berbahasa ucapan itu. Pada umur 4 tahun, biasanya seorang anak sudah lancar berbahasa dan menggunakakn tatabahasa dari ibunya. (Wadsworth, 1989). Perkembangan bahasa ini sangat memperlancar perkembangan konseptual anak dan juga perkembangan koknitif anak.

B.    BAHASA
1.     Perkembangan Bahasa
Menurut Piaget, pertkembangan bahasa pada tahap praoperasi




Artikel Terkait:

Poskan Komentar