-
Pengeringan Brangkasan :
Dapat dilakukan dengan 2 cara : secara alami atau menggunakan para-para- Pengeringan Secara Alami Brangkasan kedele dijemur langsung di bawah sinar matahari. Dapat dilakukan di atas lantai jemur atau menggunakan alas plastik, sebaiknya dipilih yang berwarna hitam/gelap untuk mempercepat pengeringan. Brangkasan kedele yang baru dipanen tidak boleh ditumpuk dalam timbunan besar, terutama pada musim hujan untuk mencegah kerusakan biji karena kelembaban yang tinggi.
-
Pengeringan dengan para-para
Cara ini dilakukan terutama bila panenan dilaksanakan waktu musim hujan.- Para-para dibuat bertingkat
- Brangkasan kedele ditebar merata di atas para-para tersebut
- Dari bawah dialirkan panas dari sekam, untuk menurunkan kadar air
- Brangkasan dianggap cukup kering bila kadar airnya telah mencapai kurang lebih 18 %.
-
Pembijian
Dapat dilakukan dengan pemukul (digebug) atau dengan mesin (Threster)-
Digebug/Dipukul
- Brangkasan yang cukup kering di atas lantai jemur/alas lain
- Dipukul dengan karet ban dalam sepeda atau kain untuk menghindarkan terjadinya biji pecah
- Biji yang terlepas dari polong ditampi
- Biji dijemur sampai kadar air mencapai kurang lebih 14 %
- Disimpan dalam wadah/karung yang bebas hama/penyakit
-
Menggunakan alat mekanis (power
thresher)
- Power thresther yang biasa digunakan untuk padi dapat dimanfaatkan untuk kedele. Pada waktu perontokan dikurangi hingga mencapai kurang lebih 400 rpm.
- Brangkasan kedele yang dirontokkan dengan alat ini hendaknya tidak terlalu basah
- Kadar air yang tinggi dapat mengakibatkan biji rusak dan peralatan tidak dapat bekerja dengan baik
-
Digebug/Dipukul
-
Pembersihan Untuk membersihkan biji
kedele yang telah dirontokkan dapat menggunakan alat sebagai
berikut
- Ditampi Tampi terbuat dari anyaman bambu, berbentuk bulat dan diberi bingkai penguat.
- Menggunakan mesin pembersih (Winower) Mesin ini merupakan kombinasi antara ayakan dengan blowe
-
Pengemasan dan pengangkutan
- Biji kedele yang telah bersih disimpan dalam wadah yang bebas hama dan penyakit seperti karung goni/plastik atau bakul
- Bila diangkut pada jarak jauh, hendaknya dipilih jenis wadah/kemasan yang kuat.
-
Penyimpanan
- Tempat penyimpanan harus teduh, kering dan bebas hama/penyakit
- Biji kedele yang akan disimpan sebaiknya mempunyai kadar air 9-14 %
- Khusus untuk biji yang akan dijadikan benih, kadar airnya harus
Artikel Terkait:
ILMU FAKULTAS PERTANIAN
- 4 JENIS VARIETAS BUAH NAGA
- HASIL PERTANIAN MELALUI IRIGASI PERTANIAN
- JURNAL PENANGAN PASCA PANEN KENTANG (Solanum tuberosum L.)
- MATERI FITAPATOLOGI TENTANG KONSEP PENYAKIT TUMBUHAN
- RANCANGAN PERCOBAAN BUJUR SANGKAR LATIN
- GAMBAR GULMA PADA TANAMAN KARET
- GAMBAR GULMA PADA TANAMAN KOPI
- KUMPULAN GAMBAR GULMA KELAPA SAWIT
- BUAH YANG MENGANDUNG ETILEN
- FUNGSI UNSUR HARA MAKRO DAN MIKRO PADA TANAMAN SERTA KEKURANGANNYA
- ISTILAH-ISTILAH DALAM IRIGASI PERTANIAN
- PENGERTIAN UMUM PERTANIAN
- PENTINGNYA JURNAL BAGI MAHASISWA
- MAKALAH GENETIKA BAKTERI DAN STRUKTUR DNA BAKTERI
- JENIS DAN FUNGSI ALAT-ALAT KIMIA
- JURNAL FERMENTASI KAKAO
- JURNAL TENTANG FERMENTASI KAKAO
- MATERI PENDAHULUAN RANCANGAN PERCOBAAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TADULAKO
- MATERI RANCANGAN PERCOBAAN RANCANGAN ACAK KELOMPOK FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TADULAKO
- MATERI RANCANGAN PERCOBAAN UJI LANJUT FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TADULAKO
- KESUBURAN TANAH PERTANIAN DAN PEMUPUKAN
- PENGERTIAN BAKTERI DAN PENGERTIAN FIRUS - JENIS BAKTERI DAN JENIS FIRUS
- JENIS PUPUK DAN FUNGSI PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK
- PERTANIAN ORGANIK (TANPA BAHAN KIMIA)
- JENIS IRIGASI PERTANIAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar